Saturday, April 6, 2019

Friendzone

"Eh, masa tadi kita dicie-in, padahal kan cuman ngobrol doang."
"Iya nih, lagian kan kita cuman temen."
......" *jleb*

Ya, itu adalah sebuah percakapan orang yang masuk dalam status "friendzone". Friendzone sendiri artinya adalah sebuah kondisi dimana seseorang hanya dianggap sebagai teman saja. Gampangnya, ambil contoh kasus kayak gini :

Andi dan Nindy sangat dekat. Andi sering curhat sama Nindy, Nindy juga sering curhat sama Andi. Andi suka Nindy, tapi Nindy hanya menganggap Andi sebagai teman. #JlebMoment
Pernah nggak sih masuk status friendzone ini? Hampir sama lah kayak di-PHPin. PHP dikasih harapan palsu, friendzone cuman dianggep temen. Persamaannya? Iya, sama-sama bikin sakit. Kalo disuruh milih, mendingan single seumur hidup. Single ya bukan jomblo.

Jadi kalo udah masuk dalem tahap cuman dianggep temen gini, mending buru-buru nyatain perasaan lo, daripada dipendem dan berakhir lebih sakit. Atau bisa juga move on cari penggantinya. Nggak gampang emang.

Gue pernah cuman dianggep temen kayak gini sama calon mantan gebetan gue. Tiap hari whatsappan sama dia, telponan sama dia, curhat sama dia, boker juga sama dia. Romantis. Sampai entah kapan gue bisa memendam perasaan sama dia, tapi dia nya nggak tau. Kayak merhatiin, tapi kita nya nggak diperhatiin. Padahal kalo dipikir-pikir kan gue ini ganteng, tapi ternyata setelah diliat-liat... nggak.

Kalo kata bang Radit, orang yang jatuh cinta diam-diam kayak gue hanya bisa, seperti yang mereka selalu lakukan, jatuh cinta sendirian. Pada akhirnya, orang yang jatuh cinta diam-diam hanya bisa mendoakan. Mereka cuma bisa mendoakan, setelah capek berharap, pengharapan yang ada dari dulu, yang tumbuh dari mulai kecil sekali, hingga makin lama makin besar, lalu semakin lama semakin jauh. Orang yang jatuh cinta diam-diam pada akhirnya menerima. Orang yang jatuh cinta diam-diam paham bahwa kenyataan terkadang berbeda dengan apa yang kita inginkan. Terkadang yang kita inginkan bisa jadi yang tidak kita butuhkan. Dan sebenarnya, yang kita butuhkan hanyalah merelakan. Move on guys.


Kena friendzone? Ambil positifnya aja. Di setiap masalah, pasti ada sisi positifnya. Dari friendzone ini, kita bisa belajar menerima kenyataan, yang kadang pahit dan nggak sesuai harapan. Kenyataan itu kayak obat guys, walaupun pahit kita harus meminumnya biar bisa "sembuh". Manusia juga diciptakan berpasangan, jadi tunggu aja sampai saatnya tiba. Malu sama botol kecap, botol kecap aja punya tutup yang jadi pasangannya. Jadi, kesimpulannya mendingan move on, daripada digantung terus kayak gini. Sakitnya (2x+C.ΔT) loh. Rumus apaan tuh? Entahlah.

Sekian kawan-kawan seper-friendzone-an :)

25 comments

  1. aku familyzone dong, cmn dianggap adek :(

    ReplyDelete
  2. Bro, menurut lu kalo cewe tuh suka ngabarin dia habis ngapain, trs suka curhat kalo ada masalah (tp curhatnya gak pernah masalah cinta, atau cowo lain gt), setiap gw tanya respon dia bagus, bahkan bertanya balik, pernah jg mulai obrolan duluan. Menurut lu, lanjut gak nih proses pdktnya? Yg gw takut malah gw kena friendzone, soalnya negthink mulu nih gw.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jangan takut cuy, coba aja dulu. Tapi sebelum itu, mending lu pahami dulu Apa itu PDKT?

      Delete
    2. Gak usah dilanjut bro, mending nomor whatsapp ceweknya dilempar ke saya haha......

      Delete
  3. Replies
    1. Feliciana WienathanApril 12, 2019 at 6:22 PM

      ini bukan cerpen mas

      Delete
  4. Si cewek gatau bagaimana perasaan kena frend zone haha

    ReplyDelete
  5. Keren min ceritany, ijin save ya🙏🏻🙏🏻

    ReplyDelete
  6. Boro" friend zone, kelas ane aja cowo semua :v

    ReplyDelete
  7. friendzone juga enak, kalo dijalani dengan sepenuh hati wkwk

    ReplyDelete
  8. Pepet terus ajaa, jangan kasih kendor, siapa tahu doi berubah pikiran hehe.

    ReplyDelete
  9. pasti berangkat dr pengalaman ya? wkwkkw

    ReplyDelete
  10. gue mah workzone cuma dianggap mitra kerja gan

    ReplyDelete


EmoticonEmoticon